Bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) meninggalkan duka yang mendalam. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan air meluap dan tanah runtuh, menghancurkan permukiman warga dalam waktu singkat. Banyak anggota CU menjadi korban dalam peristiwa ini. Rumah-rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga kini hancur, bahkan tidak lagi layak untuk ditempati.
Selain kehilangan harta benda, para korban juga mengalami luka batin yang mendalam. Kejadian ini terjadi secara tiba-tiba dan disaksikan langsung oleh mereka, sehingga menimbulkan trauma yang masih membekas hingga sekarang. Rasa takut, cemas, dan kehilangan terus menghantui kehidupan terutama anak-anak dan lansia.
Duka semakin mendalam karena bencana ini juga merenggut nyawa. Beberapa anggota CU dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan longsor tersebut. Kehilangan orang-orang terkasih menjadi pukulan berat bagi keluarga yang ditinggalkan dan seluruh komunitas CU.
Di tengah situasi sulit ini, para korban sangat membutuhkan dukungan, kepedulian, dan solidaritas dari berbagai pihak. Oleh karena itu, PESADA DAN CU KESADANTA hadir dengan doa, dan bantuan nyata yang dapat menjadi penguat bagi saudara-saudari kita di Sibolga dan Tapteng, agar mereka dapat bangkit dan menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.