Sebuah kelompok akan berjalan dengan baik dan bertahan dalam waktu yang lama apabila kelompok tersebut memberi rasa kenyamanan kepada orang-orang yang mengikutinya. Demikian juga dengan ibu Merni Manalu dari unit Sahata, Jumateguh wilayah Siempat Nempu, yang mana Ibu ini merupakan mantan pengurus dari unit Sahata. Banyak hal yang sudah dilalui oleh ibu Merni selama menjadi pengurus dimulai dari belajar bagaimana cara pembukuan di CU dan menghadapi anggota.
“CU Sahata berdiri pada tanggal 3 Agustus 2008 dengan jumlah anggota 12 orang termasuk saya salah satunya. Pada Februari 2010 saya terpilih menjadi salah satu pengurus di unit Sahata, pada awalnya saya ragu karena kurang mengerti tentang sistem pembukuan di CU ditambah lagi, saya terpilih tanpa sepengetahuan saya. Namun, saya diajari dan diberi pendidikan bagaimana sistem pembukuan, perbedaan uang masuk, uang keluar dan saldo sehingga saya mampu bertahan menjadi seorang pengurus sampai 10 tahun. Selama saya mengikuti CU KESADANTA banyak hal yang saya alami, dimana bertambahnya pengalaman dan pengetahuan saya, itu karena CU ini tidak hanya koperasi simpan pinjam tapi juga memberikan pendidikan. Pendidikan yang diberikan berupa perlindungan kepada korban kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, pendidikan mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan mengajarkan kepada kita tentang kesetaraan gender. Setelah bergabung dengan CU juga, saya menjadi seseorang yang lebih bijak dalam mengatur perekonomian saya, tahu cara menghemat, dan dapat membantu modal pertanian saya. Saya juga sering diundang bila ada pertemuan dari PESADA sehingga saya memiliki banyak teman baru sesama pengurus CU maupun anggota CU. Saya juga pernah diundang untuk mengikuti kegiatan HKSR (Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi) di Medan, saat itu saya terpilih karena unit Sahata mendapat juara pertama sebagai unit terbaik dari Dairi.
Selama saya jadi pengurus unit pastinya tidak lepas dari rintangan baik rintangan yang saya hadapi dari anggota, maupun dari staff kantor. Memang disetiap pekerjaan selalu ada kelebihan dan kekurangan , namun semua itu adalah pembelajaran bagi kita, jika kita sabar dan bersedia di ajari, maka kita dapat bertahan sampai diakhir masa kepengurusan. Walaupun masa kepengurusan saya sudah berakhir, terkadang saya masih dilibatkan oleh staff CU, seperti pada pertengahan tahun 2022 saya diajak untuk mengecek kartu anggota dan anggota kredit macet ke unit lain.”