Usia bukanlah sebuah kendala untuk mengikuti banyak kegiatan atau mendapat kepercayaan dari orang-orang lain melainkan tindakan dan cara berpikir kita dapat membuat kita dipercaya dalam sebuah kegiatan. Seorang ibu yang berusia 61 tahun akan pensiun dari kepengurusannya di tahun 2023, namun anggota-anggotanya sedikit khawatir jika pengurus yang akan datang tidak sebagus dirinya. Saorma Tumangger seorang ibu yang memiliki tujuh orang anak, merupakan seorang pengurus unit Ue Maju di Tinada, kabupaten Pakpak Bharat.
“Saya bergabung di CU pada tahun 2013 dan terpilih menjadi pengurus unit sampai sekarang, tapi tahun depan (2023) saya akan pensiun dari masa jabatan saya. Saat unit Ue Maju dibentuk anggota kami terdiri dari 25 orang, kemudian bertambah menjadi 54 orang, dan sekarang sudah mencapai 96 orang. Saat saya bergabung menjadi anggota CU saya mendapat banyak pendidikan, dan punya teman baru dari unit-unit lain. Sebelum saya masuk CU, saya merasa sangat susah untuk mendapat pinjaman bahkan untuk meminjam Rp 100.000 dari tetangga itu sulit, padahal saya meminjam demi keperluan pendidikan anak-anak. Setelah saya masuk CU, saya merasa beruntung karena diberi pendidikan, di dampingi sehingga membuat cara berpikir saya semakin luas, dan saya juga sering meminjam dari CU untuk keperluan pendidikan anak-anak. Anak saya ada 7 hanya satu yang tak kuliah, anak kedua saya sudah bekerja di Rumah Sakit Kecupak 2, yang berikutnya sudah lulus sarjana, ada yang bekerja di kantor kementerian di Banten, adalagi yang bekerja di Pekanbaru, anak ke-enam saya masih berkuliah di Unimed dan yang paling bungsu di Universitas jambi. Saya dan suami saya hanyalah seorang petani, untuk memenuhi kebutuhan kami, suami saya sering menjual tuak.
Ketika menjalankan tugas sebagai pengurus, saya akan memberitahu kepada anggota-anggota kapan akan dilakukan penabungan, biasanya saya akan memberitahu 2 hari sebelum tanggal penabungan. Saya juga sering mendatangi rumah-rumah anggota yang kredit macet dengan berjalan kaki, sehingga dalam enam tahun berturut-turut kami mendapat hadiah sebagai unit terbaik. Namun sekarang tidak lagi karena adanya anggota yang kredit macet, ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pendapatan anggota tersebut. Selain itu, saya juga dapat melihat dampak positif dalam mengikuti CU, dan mengikuti banyak diskusi, khususnya bagi anak-anak remaja di lingkungan kami. Mereka semakin mengerti dan bijak dalam menjaga diri, apalagi pendidikan mengenai perbedaan gender, dan kekerasan seksual yang sangat berguna untuk diketahui. Selain daripada itu, saya juga semakin aktif dalam masyarakat, sehingga saya mendapat julukan sebagai “Parsinabul” (juru bicara) karena disaat ada kegiatan, saya sering di unjuk untuk menyampaikan sepatah dua patah kata, dan sering di mintai pendapat. Saya pikir itu adalah sebuah kebanggaan bagi diri sendiri, karena ketika pendapat kita didengar dan dilaksanakan, itu berarti kita dipercaya. Sebagai seorang pengurus unit, saya hanya bisa menyampaikan sedikit pesan bagi rekan-rekan, dalam kepengurusan kita harus baik, ramah, jujur dalam pembukuan, meluangkan waktu bagi anggota apabila mengalami masalah seperti kredit macet, dn jangan pernah memakai kartu orang lain.